Keluarga Besar Wahyu Widiana & Nina Noorfarah

November 3, 2008

Salam dari “Keluarga Besar Wahyu Widiana dan Nina Noorfarah”

Filed under: ARSIP BERITA KEL. WAHYU & NINA — Adli Minfadli Robby @ 1:09 pm
https://wahyuwidiana.wordpress.com

SITUS SILATURAHMI KELUARGA

Jakarta, 15 Dzulqa’dah 1429 H
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, dengan kerendahan hati, Blog ini dapat dipublish dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan tali silaturahim di antara anggota keluarga dan sebagai forum saling mengingatkan menuju kualitas hidup yang lebih baik dalam rangka memperoleh Ridho Allah SWT.
Dengan tulus, kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar dan para pengunjung sekalian.
Kami mohon saran, masukan dan kontribusi Anda, demi tercapainya tujuan blog ini. Saran dan kontribusi dapat dikirimkan ke adli_mr@ymail.com.
Wassalam

Atas Nama Keluarga Besar Wahyu Widiana dan Nina Noorfarah
adli

ADLI MINFADLI ROBBY

(putra terakhir)

Iklan

September 25, 2009

SEKILAS TENTANG PESANTREN AL-MUKHTAR, PADAKARYA

Filed under: 1, ARSIP BERITA BANI MUCHTAR — Adli Minfadli Robby @ 7:43 am

NAMA KHM MUKHTAR TETAP ABADI,
INSYA ALLOH SAMPAI AKHIR MASA

Masjid AL-MUKHTAR di komplek pesantren, Padakaria, Linggasirna, Singaparna.

Masjid AL-MUKHTAR di komplek pesantren, Padakaria, Linggasirna, Singaparna.

Tasikmalaya, 5 Syawal 1430 H.

Mama KHM MUKHTAR, namanya demikian harum dan tetap abadi. Insya Alloh sampai akhir masa. Nama itu diabadikan menjadi lembaga pendidikan Pondok Pesantren yang berlokasi di tempat Kiayi itu besar dan mengabdi sejak mudanya.
Padakarya, Linggasirna, Sariwangi, Singaparna, Tasikmalaya. Itulah persisnya lokasi pondok pesantren yang sering disebut sebagai Ma’had Al-Mukhtar.

Padakaria terletak di lereng Gunung Galunggung, kira-kira 5 km sebelah baratlaut kota Singaparna. Lokasinya sangat subur, terdiri dari pesawahan, kebun, bukit-bukit kecil dan perkampungan. Tidak pernah ada kekeringan walaupun di musim kemarau sekalipun.

KH Ii Abdul Haq,

KH Ii Abdul Haq,

KHM MUKHTAR, hidup di paro kedua abad 19 dan sepertiga awal abad ke 20. Sampai saat ini belum ada data resmi tentang sejarah Beliau ini. “Kami masih sedang mencari, mengumpulkan dan menyusunnya”, kata KH Ii Abdul Haq, cucu KHM MUKHTAR, yang sekarang menjadi Mudir Ma’had Al Mukhtar ini.

KHM MUKHTAR awalnya mengembangkan agama Islam dari rumah ke rumah dan dari kampung ke kampung. “Malah beliau itu adalah salah satu Imam Besar dan Khotib di Masjid Agung Singaparna. Yang pada waktu itu, di daerah sini, hanya mesjid agung Singaparna saja yang mendirikan shalat Jum’at”, papar Kiayi Ii, yang berpenampilan wibawa, gagah dan menyenangkan itu.

Menurut beberapa sumber, memang di Padakaria sejak KHM MUKHTAR masih “jumeneng”, pesantren itu sudah ada. Namun biasa, karena pada zaman penjajah, segala sesuatunya dalam kesulitan, -termasuk keamanan-, maka pesantren ini mengalami pasang surut.

KH Ii Abdul Haq & Wa Ade

KH Ii Abdul Haq & Wa Ade

Barulah, pada tahun 1972, pesantren dengan nama Ma’had Al-Mukhtar ini didirikan kembali, atas prakarsa KH Ii Abdul Haq. Lokasinya tetap di Padakaria,dengan nomor tilpon 0265 543138.

Di Ma’had ini, kini banyak kegiatan. Di antaranya: Pendidikan Salafiyah yang menyediakan asrama putra-putri, SMP Islam Terpadu, Madrasah Diniyah, Paket B & C, Pusat Santunan Anak Asuh dan Majlis Ta’lim. Santri-santrinya kini berjumlah sekitar 100 orang.

Visi Ma’had ini adalah: Menciptakan Generasi Sholeh, Membentuk Generasi Yang Taat Kepada Alloh, Memiliki Iman & Taqwa (IMTAQ), serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Sedangkan Misinya adalah: (1) Sebagai pelanjut generasi robbani dan penerus estafeta Rosul. (2) Memiliki kemampuan dan keteladanan hidup dengan Al Qur’an sebagai panduan dan sumber paradigma berfikir, (3) Siap dan mampu hidup di tengah-tengah masyarakat yang plural dengan tetap menjaga eksistensi pribadi muslim yang sholeh.

Di SMP Islam Terpadu Al Mukhtar, kurikulum yang digunakan adalah paduan dari sistem pendidikan salafiyah dan sistempendidikan modern. Kegiatan belajar-mengajar menggunakan sistem pendidikan sekolah pada umumnya, yaitu dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Salah satu bangunan di komplek Pesantren AL-MUKHTAR, Padakaria.

Salah satu bangunan di komplek Pesantren AL-MUKHTAR, Padakaria.

Sedangkan aktivitas sehari-hari, santri diatur dalam sistem asrama, sebagaimana pondok pesantren salafiyah, dengan disiplin dan tata tertib yang ditentukan.
Di antara mata pelajaran yang diunggulkan adalah matematika, bahasa Arab dan Inggris, tahfidz Al Qur’an dan pengajian kitab kuning.

Kita menaruh harapan besar terhadap upaya dari Wa KH Ii Abdul Haq untuk memajukan lembaga pendidikan ini. Sudah barang tentu, semua ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, terutama para keturunan KHM MUKHTAR. Jika lembaga ini maju terus, bahkan sampai akhir hayat, berarti nama dari Mama KH MUKHTAR akan terus berkibar. Insya Alloh. (Sumber: wawancara dan leaplet, Adli Minfadli Robby)

SILATURAHMI BANI MUKHTAR, 3 SYAWAL 1430 H,

Filed under: ARSIP BERITA BANI MUCHTAR — Adli Minfadli Robby @ 2:09 am

SETIAP TANGGAL 3 SYAWAL, KELUARGA BESAR MAMA K.H.MUKHTAR BERKUMPUL DI PONDOK PESANTREN AL-MUKHTAR PADAKARIA SINGAPARNA

Musafahah, di akhir acara.

Musafahah, di akhir acara.

Tasikmalaya, 4 Syawal 1430 H.

Sudah sejak sekian lama, setiap tanggal 3 Syawal, di Pondok Pesantren AL-MUKHTAR Padakaria selalu diadakan pertemuan yang dihadiri Keluarga Besar Mama K.H. MUKHTAR. Sudah pasti, pertemuan itu dalam rangka silaturahmi, jangan sampai “pareumeun obor”.

Di samping itu, pertemuan ini juga dalam rangka melakukan do’a bersama, bertaushiyah dan memberikan gambaran apa yang telah dilakukan oleh “sepuh2” kita, terutama KH MUKHTAR, untuk dijadikan motivasi bagi seluruh keturunannya agar dapat berbuat yang lebih baik lagi untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.

Antrian ibu-ibu Bani Mukhtar dina acara musafahah

Antrian ibu-ibu Bani Mukhtar dina acara musafahah

PERTEMUAN 3 SYAWAL 1430 H.

Ada acara sedikit beda pada pertemuan yang dilakukan tanggal 3 Syawal 1430 H yang bertepatan dengan hari Selasa, 22 September 2009. Pada pertemuan ini, selain “ritual rutin”, seperti do’a, taushiyah dan musafahah, ada juga presentasi tentang silaturahmi melalui dunia maya, alias pakai internet, blog atau facebook.

Atas perkenan dan support Wa Ade Yuldan Cukanghaur, sebagai “master” pertemuan dan Wa KH Ii Abdul Haq, sebagai “Shohibul Bait”, Papaku Wahyu Widiana memaparkan manfaatnya silaturahmi melalui internet.

Mantu KH MUKHTAR

Mantu KH MUKHTAR

Keuntungan silaturahmi pakai internet antara lain: murah, tak dibatasi waktu dan tempat, (di mana saja dan kapan saja), dan relatif mudah (sudah barang tentu, ini bagi wargi-wargi, terutama generasi mudanya yang biasa berinternet ria, baik di rumah, warnet, kantor atau tempat-tempat lainnya). Ini juga mendorong kita untuk tidak GATEK (gagap teknologi) dalam rangka mengikuti perkembangan dan menyongsong masa depan yang serba modern.

“Kalau belum lama ini ada pesantren yang mengharamkan FACEBOOK, itu haknya, karena mungkin pengaruh pemanfaatan Teknologi Informasi ini sudah demikian buruk bagi masyarakatnya atau santri-santrinya, seperti dipakai untuk pacaran atau sangat menyita waktu sehingga lupa segalanya”, papar Papaku.

Wa Ade Yuldan

Wa Ade Yuldan

“Tapi, kalau dipakai untuk hal yang positif, seperti silaturahmi, pengembangan ilmu, bisnis dan lain-lainnya, pemanfaatan internet itu malah menjadi hal yang positif, bahkan dianjurkan”, tambah Papaku lagi, sambil bercanda “kalau dikatakan sunnah, ya saya gak beranilah…”, katanya.

SANGAT POSITIF: TANGGAPAN TERHADAP PEMANFAATAN INTERNET UNTUK SILATURAHMI

Para wargi yang hadir, terutama para tokohnya, menyambut positif gagasan silaturahmi pakai internet ini. “Hanya, jangan sampai setelah silaturahmi pakai internet berhasil, lalu pada tidak mau kumpul-kumpul lagi”, kata Mang Asep Mujtahid, figur yang banyak tampil dalam acara silaturahmi Bani MUKHTAR ini, mengingatkan.

Wa Ade Mulyawan

Wa Ade Mulyawan

Malah Wa Ade Mulyawan, suami dari Wa Eti Khoryati binti Kakek KH Cholis Purbaratu, memberi banyak masukan secara tehnis tentang internet ini. “Bisa juga kita manfaatkan FACEBOOK, tapi kita buat grup atau komunitas tersendiri, seperti yang sudah ada pada keluarga besar KH Cholis”, ungkapnya penuh semangat.

Setelah dibahas agak mendalam, maka Wa Ade Cukang haur menyimpulkan bahwa Bani Mukhtar akan memanfaatkan internet untuk kepentingan silaturahmi. Sementara menggunakan situs/blog yang ada yaitu SITUS SILATURAHMI KELUARGA, dengan alamat http:// wahyuwidiana.wordpress.com.

Dihimbau kepada seluruh runtuyan ti Mama KH MUKHTAR untuk dapat membuka blog tersebut, memberikan masukan/komentar dan melengkapi data keluarga masing-masing, sebab masih banyak data keluarga yang masih belum terisi.

Di samping itu, FACEBOOK dengan sistem grup/komunitas Bani MUKHTAR akan disosialisasikan dan dikembangkan. Diharapkan seluruh keluarga besar Bani MUKHTAR yang biasa menggunakan facebook dapat menggalakkan silaturahmi dan tukar menukar informasi melalui komunitas tersebut.

Masih antrian Ibu-Ibu

Masih antrian Ibu-Ibu

SILSILAH K.H.MUKHTAR

Setelah selesai silaturahmi itu, aku bersama Mama dan Papaku bersilaturahmi ke rumah Wa Euis dan Wa Imas (putri Aki NAJMUDDIN bin KH MUKHTAR) di Cilembu Singaparna. Wa Euis punya “dokumen sejarah”, selembar kertas tentang SILSILAH Mama KH MUKHTAR yang ditulis tangan oleh AKI CHAERUMAN dalam bentuk tulisan Arab Melayu.

Memang Papaku sejak lama sedang mencari-cari silsilah itu secara lengkap. Walaupun mungkin silsilah ini tidak persis, sebab ada yang mengatakan putra Mama KH MUKHTAR itu 28 orang, ada juga yang menyebut 27 orang atau 24 orang. Dalam SILSILAH yang ditulis AKI CHAERUMAN itu hanya 22 orang, yaitu 10 dari Eyang Basytari, 10 dari Eyang Hj Siti Halimah, dan 2 dari Eyang Hj Siti Khodijah.

“Kontroversi ini perlu diluruskan. Papa sendiri ga tahu mana yang benar”, kata Papaku padaku. “Bisa saja memang ada yang terlewat dalam mendata”, katanya lagi.nTerlepas dari itu, SILSILAH ini perlu dipublikasikan agar mendapat tanggapan dari keluarga besar sehingga nanti diharapkan muncul keadaan yang sesungguhnya.

SILSILAH itu adalah sebagai berikut:

SILSILAH KH MUKHTAR

Penyalinan dari tulisan Arab Melayu ke huruf Latin juga mungkin menimbulkan kesalahan. Oleh karena itu, mohon masukan dari semuanya. Terima kasih. (Adli Minfadli Robby). FOTO2 LEBIH LENGKAP, LIHAT GALERI BANI MUKHTAR.

September 24, 2009

SILATURAHMI BOBORAN SHIYAM 1430 H, KEL. MA IJOH, DI BEBER.

Filed under: Arsip Berita Ma Ijoh (HIKMAH) — Adli Minfadli Robby @ 11:51 am

KETURUNAN MA IJOH DIMINTA SELALU MENDIRIKAN SHALAT, MENJUNJUNG AKHLAQUL KARIMAH DAN MENINGKATKAN UKHUWAH

Tasikmalaya, 2 Syawal 1430 H.

Mang H.Bachruddin

Mang H.Bachruddin

Mendirikan shalat, menjunjung tinggi akhlaqul karimah dan meningkatkan ukhuwah adalah tiga hal di antara yang harus selalu diingat dan dilaksanakan oleh seluruh keturunan MA IJOH di manapun berada.

Mang H. Bachruddin menyampaikan hal itu pada acara pertemuan Himpunan Keluarga MA IJOH, yang dikenal dengan HIKMAH, dalam rangka Silaturahmi Boboran Shiyam 1430 H, Senin siang (21/9) di Komplek Yayasan Al Hikmah, Kampung Goler, Beber, Cimaragas, Ciamis.

Silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar seratus orang, dari hampir seluruh perwakilan putra-putri MA IJOH yang jumlahnya ada 8 orang. Turunan keluarga besar MA IJOH yang sudah mencapai jumlah 500 orang, banyak tersebar di daerah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Bandung, Jakarta dan kota-kota lainnya.

Ke delapan putra-putri MA IJOH ini sudah wafat semuanya, yaitu (1) Rd. Karta Sugara, (2) Rd. Wijaya, (3) H. Badri Juharna, (4) Enek Ratna, (5) Sobandi, (6) Nenok Fatimah, (7) Nyai Jam’ah, dan (8) Dudun Abdul Toha.

Ibu2 dan Remaja Putri Keluarga Besar MAIJOH

Ibu2 dan Remaja Putri Keluarga Besar MAIJOH

TAAT KEPADA ALLOH. KEPADA ROSUL DAN KEPADA PEMERINTAH

Mang Bachru, demikian ulama yang menjadi Penasihat HIKMAH ini biasa disapa, mengemukakan hal itu dalam mensitir Firman Alloh SWT dalam Al Qur’an: “Ta’atilah Alloh, ta’atilah Rosul dan ta’atilah Ulil Amri (pemerintah) di antara kamu…”

Salah satu keta’atan kepada Alloh adalah mendirikan shalat. “Dengan melakukan shalat yang benar, khusyuk dan sesuai ketentuan, maka kita akan terhindar dari kerusakan dan kemunkaran”, kata Mang Bachru.

Sedangkan di antara keta’atan kepada Rosul adalah kita harus berakhlaq mulya, berbudi pekerti yang baik atau “pikaresepeun” sesama. “Tugas utama diutusnya Rosululloh SAW adalah untuk menyempurnakan akhlaq umat manusia”, kata Mang Bachru lagi, sambil menambahkan bahwa diri Nabi SAW merupakan teladan (uswatun hasanah), bukan hanya bagi umat Islam saja, melainkan juga bagi seluruh umat manusia (rahmatan lil’alamin).

Pemuda & Bapak2 Keluarga Besar  Ma Ijoh

Pemuda & Bapak2 Keluarga Besar Ma Ijoh

Kita juga harus taat kepada pemerintah, sebab apa yang dilakukan dan diperintahkan pemerintah pasti demi kebaikan kita semua. Tidak bakalan ada pemerintah yang akan menjerumuskan rakyatnya.

“Preman wae, teu aya nu ngajarkeun kaawonan ka barudakna”, Mang Bachru memberikan tamsil. “Kantenan pamarentah mah. Tangtos moal aya parentah kaawonan kanggo rakyatna”, tambahnya lagi.

“Upami urang taat ka Alloh, taat ka Rosululloh sareng taat ka pamarentah, isya Alloh hirup teh bakal aman tur nyaman”, tegas Mang Bachru.

TIGA MACAM UKHUWAH

Di samping itu, cucu MA IJOH melalui Enek NENOK FATIMAH ini minta agar seluruh

Qori diapit 2 pembawa acara

Qori diapit 2 pembawa acara

keturunan MA IJOH memelihara dan meningkatkan kekeluargaan, persaudaraan dan “duduluran”.

Menurut Mang Bachru, ada tiga ukhuwah yang harus dipelihara: (1) Ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan karena satu agama, (2) Ukhuwah Wathoniyah, persaudaraan karena sama-sama sebangsa dan senegara, serta (3) Ukhuwah Basyariyah, persaudaraan yang harus dilakukan dengan seluruh umat manusia, tanpa melihat agama dan suku bangsa.

Dalam rangka meningkatkan ukhuwah, pada silaturahmi itu dipresentasikan pula silaturahmi melalui dunia maya, yaitu situs internet yang diberi nama SITUS SILATURAHMI KELUARGA.

Dalam situs itu, terdapat SILSILAH MA IJOH, BERITA KELUARGA DAN KEGIATAN TURUNAN MA IJOH, dan GALERI FOTO-FOTO keluarga besar MA IJOH, serta KOMENTAR-KOMENTAR. SITUS SILATURAHMI KELUARGA ini alamatnya adalah http://www.wahyuwidiana.wordpress.com.

Dalam diskusi, berkembang pula saran-saran agar para penggemar FACEBOOK dari kalangan keluarga besar MA IJOH dapat membentuk komunitas atau grup MA IJOH, sehingga FACEBOOK juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ukhuwah meningkatkan silaturahmi.

Sebagian Komplek Yayasan Alhikmah. Masjidnya di sebelah kiri, tidak nampak.

Sebagian Komplek Yayasan Alhikmah. Masjidnya di sebelah kiri, tidak nampak.

YAYASAN ALHIKMAH

Silaturahmi “BOBORAN SHIYAM 1430 H” anggota HIKMAH di kampung Goler Beber Cimaragas ini diadakan pada sebuah Madrasah di pinggir jalan antara Manonjaya-Banjar.

Di samping madrasah ada sebuah bangunan Mesjid, bangunan lain semacam asrama yang biasa dipakai untuk pengajian salaf dan pelataran terbuka/kosong, sehingga membentuk sebuah komplek. Komplek ini merupakan milik dan dilola oleh YAYASAN ALHIKMAH.

Mang Abas Supriatna

Mang Abas Supriatna

Yayasan ALHIKMAH digagas dan sekaligus “disupport”, oleh Mang H. ABAS SUPRIATNA putra kadua dari tiga bersaudara putra Aki H. BADRI JUHARNA. (dan juga putra lainnya, yaitu Mang H.A. Ahadiyat dan Mang Adang). Tempat tinggal keluarga ini persis di seberang komplek Yayasan.

Ustadz AKIK, ulama yang dipercaya mengurus lembaga pendidikan ini hadir pula pada acara silaturahmi, bahkan ikut memberikan taushiyah dan memimpin do’a. Komplek Yayasan yang didirikan tahun 2003 ini cukup makmur (haneuteun).

Bahkan Mang Bachru mengusulkan agar Sekretariat HIKMAH (Himpunan Keluarga Ma Ijoh) ditetapkan di tempat ini.

Mari kita berlomba-lomba kepada kebaikan. Mudah-mudahan amal baik semua keturunan MA IJOH menjadi jariyah bagi MA IJOH dan sepuh-sepuh lainnya yang sudah tiada. Amin. (Adli Minfadli Robby). FOTO2 LEBIH LENGKAP, LIHAT GALERI HIKMAH (MA IJOH).

September 18, 2009

SELAMAT IDIL FITHRI 1430 H

Filed under: 1, ARSIP BERITA KEL. WAHYU & NINA — Adli Minfadli Robby @ 4:33 am

BANNER SELAMAT LEBARAN

PAMUGI KERSA NGAHAPUNTEN

Kanggo sadaya kolega sareng wargi, terutami ti rehrehan Ciawi Tasikmalaya (Bani IDRIS sareng LW ATHTHAHIRY), ti rehrehan Cineam Tasikmalaya (HIMPUNAN KELUARGA MA IJOH -HIKMAH-) sareng ti rehrehan Padakarya Singaparna (BANI CHAERUMAN sareng BANI MUKHTAR),

pribados sakulawargi ngadugikeun WILUJENG BOBORAN SHIYAM, 1 SYAWAL 1430 H, pamugi kersa ngahapunten kana sadaya kalepatan pribados sakulawargi. TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM. Amin ya robbal ‘alamin.

Salam Ta’dzim,

Wahyu Widiana – Nina Noorfarah

Agustus 6, 2009

SILATURAHMI KE RUMAH BI ANI MADURA

Filed under: Arsip Berita Bani Idris — Adli Minfadli Robby @ 2:20 pm

Bi Ani (Bangkalan), putri Aki Guru (Tasik):

BERBAHASA MADURA LOGAT SUNDA

Bi Ani dan Papaku saat bersilaturahmi di rumah Bi Ani Bangkalan, tadi siang (6/8)

Bi Ani dan Papaku saat bersilaturahmi di rumah Bi Ani Bangkalan, tadi siang (6/8)

Jakarta, 6/8/2009.

“Saya bisa, dan biasa bicara bahasa Madura. Tapi logat Sunda”, kata Bi Ani kepada yang menemani Papaku, di ruang tamu rumah Bi Ani yang besar dan hijau di Jalan Muhammad Toha Bangkalan Madura. Papaku diantar temannya, Pak Khazin dan Pak Dulloh dari Pengadilan Agama Bangkalan, berkunjung ke rumah Bi Ani, siang (6/8) tadi. “Walau hanya sebentar, tapi sangat berkesan”, kata Papaku padaku, setibanya dari Bandara Sukarno Hatta tadi.

Sudah bisa diduga, Bi Ani pasti mahir berbahasa Madura. Walaupun beliau kelahiran Tasik, 77 tahun yang lalu, namun lebih dari setengah umurnya, beliau menghabiskan waktunya di tanah Madura, yang masyarakatnya dikenal sangat teguh berpegang pada tradisi Islam.

“Ti kawit tahun 1962, Ade mah di Bangkalan teh”, kata Papaku menirukan kata-kata Bi Ani kepada Papaku. Waaaw, berarti sampai saat ini, beliau sudah 47 tahun tinggal di Madura. Lama juga ya.

Bi Ani selalu bilang “Ade” untuk menyebut dirinya, jika ngobrol dengan Papaku. Walau beliau umurnya jauh di atas umur Papaku, tapi statusnya adik Papaku, (dalam istilah Sunda ‘Kapi Rai’) sebab beliau adalah putri dari adik ayah Papaku.

“Kalau di lingkungan keluarga kami, walaupun umurnya sudah tua, seperti saya, tetap harus bilang ‘Kang’ kepada keluarga yang statusnya kakak, walupun umurnya jauh lebih muda. Supaya terasa akrab”, kata Bi Ani ‘someah’ kepada Pak Duloh, teman yang mengantar Papaku itu.

Pak Duloh berkata pada Papaku, Ibu Ani itu nampak jauh lebih muda dari umurnya. “Mungkin karena ceria terus, tanpa beban”, katanya lagi.

 Acara Pernikahan Dede bin Rukandi, Putra Bi Jeje (rai Bi Ani) Dari kiri: Yusni (putra Bi Ani), Edit (mantu Bi Ani), Bi Elis (istri Mang Enuh kakak Bi Ani),     Bi Ani, Dede (Mempelai Laki-laki), Mempelai Perempuan, Bi Ema (rai Bi Ani), Bi Ela (isteri Mang Yoyo), dan Mang Yoyo (adik Bi Ani)

Acara Pernikahan Dede bin Rukandi, Putra Bi Jeje (rai Bi Ani) Dari kiri: Yusni (putra Bi Ani), Edit (mantu Bi Ani), Bi Elis (istri Mang Enuh kakak Bi Ani), Bi Ani, Dede (Mempelai Laki-laki), Mempelai Perempuan, Bi Ema (rai Bi Ani), Bi Ela (isteri Mang Yoyo), dan Mang Yoyo (adik Bi Ani)

Keluarga besar Bi Ani.

Bi Ani, nama lengkapnya SITI ANISA S MARLIANI, adalah putri ke3 dari 13 bersaudara, putra-putri Aki Emed Wiriaatmadja, adik dari ayah Papaku. Almarhum Aki Emed, yang dikenal sebagai Aki Guru, tinggal di Pancasila Tasikmalaya, pada tahun 1930 menikah dengan Enek R. Sariningrum (almh).

Dari 13 putra-putri Aki Guru, 5 di antaranya sudah wafat. Ke 13 putra-putri itu adalah sebagai berikut: Bi Yayah Rokayah*, Mang Mochamad Enuh*, Bi Siti Anisa S Marliani (Bi Ani), Bi Siti Emma Maemunah, Mang Yoyo Wiriaatmaja, Mang Rahmat*, Bi Hadijah*, Bi Siti Zainab Nursandi, Bi Yuyu*, Mang Oding Samsudin, Bi Ekes Sukaesih, Mang Toni Kastolani, dan Bi Nina Rafaldina. (Tanda * = sudah wafat).

Bi Ani, bersama putra-putri dan mantu pada acara pernikahan putra ke7nya, Dede Rendra Permana. Dari kiri: Anton Nugroho (putra ke1), Dian Widianti (putri ke5), Bi Ani, Dede Rendra P (mempelai), Ninik (mempelai, mantu), Heriyanto (putra ke2), Hendra Satiagraha (putra ke3), dan Yusni (putra ke4).

Bi Ani, bersama putra-putri dan mantu pada acara pernikahan putra ke7nya, Dede Rendra Permana. Dari kiri: Anton Nugroho (putra ke1), Dian Widianti (putri ke5), Bi Ani, Dede Rendra P (mempelai), Ninik (mempelai, mantu), Heriyanto (putra ke2), Hendra Satiagraha (putra ke3), dan Yusni (putra ke4).

Bi Ani pada tahun 1955 nikah di Bandung dengan Mang Ahmad Munir, asal Bangkalan. Pada tahun 1962 Bi Ani dan keluarga pindah dari Bandung ke Bangkalan. Mang Munir wafat tahun 2000, terakhir sebagai Kepala SMAN 2 Bangkalan.

Bi Ani mempunyai 8 anak, 2 di antaranya wafat waktu kecil. Ke delapan anak itu adalah: Anton Nugroho, Heriyanto, Hendra Satiagraha, Yusni, Dian Widianti, Pipit Puspitasari (Almh), Dede Rendra Permana, dan Dini Diantini (Almh). Ke 6 putra-putri Bi Ani yang ada sudah pada nikah. Sampai saat ini, beliau sudah mempunyai 10 cucu Bi Ani.

gambar jembatan suramadu

Jembatan Suramadu.

Walau Papaku sering ke Surabaya, dan sekali kali ngajak Mamaku, aku atau kakak-kakakku secara bergantian, Papaku baru 2 kali berkunjung ke rumah Bi Ani. Tahun 1990 dengan Mamaku dan tadi sendirian. Malah aku belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Madura itu.

Kata Papaku, selama ini ke Madura itu “ribet”, harus nyeberang selat pakai feri. Di lautnya saja sebetulnya hanya 45 menit sampai 1 jam. Tapi, antrinya yang lama. Belum lagi naik dan turunnya dari feri yang juga harus antri.

Nah, sejak diresmikannya jembatan SURAMADU, tanggal 10 Juni 2009, oleh Presiden, perjalanan Surabaya-Madura jadi menyenangkan. Yang tadinya harus ditempuh 2-3 jam, kini hanya 5 sampai 10 menit di atas jembantannya.

Biayanyapun relatif lebih murah. Kalau dulu mengangkut mobil ke feri ongkosnya sekitar Rp 75.000,-, sekarang hanya bayar tol jembatan Rp 30.000,-. Ke“ribet”an akibat antri naik turun dari feri, juga kini dapat dihindari.

Jembatan SURAMADU yang panjangnya 5.438 m, lebar 30 m, ini merupakan jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Biaya pembangunannya menghabiskan 5,7 triliyun rupiah, dikerjakan selama 3 tahun.

gambar jembatan suramadu2.jp

Jadi, senang juga deh aku mendengarnya. Nanti kalau aku diajak lagi Papaku ke Surabaya, aku ingin melihat dan melintas jembatan SURAMADU yang merupakan kebanggaan Jawa Timur, terutama masyarakat Surabaya dan Madura. Dan, sudah tentu, aku ingin bersilaturahmi ke Bi Ani. Mudah-mudahan terlaksana. Amin Allohumma Amin. (Adli Minfadli Robby)

Juli 8, 2009

WISUDA TPQ

Filed under: ARSIP BERITA KEL. WAHYU & NINA — Adli Minfadli Robby @ 2:44 am

WISUDA TAMAN PENDIDIKAN ALQUR’AN (TPQ)

Aku, teman-temanku dan Ibu-Ibu Guruku berfoto setelah wisuda di Kampus Universitas Terbuka Pondok Cabe Ciputat.

Aku, teman-temanku dan Ibu-Ibu Guruku berfoto setelah wisuda di Kampus Universitas Terbuka Pondok Cabe Ciputat.

Hari itu, Ahad, 5 Rajab 1430 H bertepatan dengan 28 Juni 2009, adalah hari yang paling berbahagia bagiku dan bagi kawan-kawan di TPQ AISYIYAH Bambu Apus Pamulang. Betapa tidak, sebab hari itu adalah hari kami diwisuda yang secara resmi telah selesai pendidikan di TPQ AISYIYAH yang kami cintai.

Pagi itu, aku, Kak Isal, Kak Ita dan kawan-kawan lainnya, didampingi para orang tua masing-masing dan para ustadzah, bersama-sama pakai Bus Departemen Agama menuju tempat wisuda. Kampus Universitas Terbuka (UT) yang megah, terletak di Pondo Cabe Ciputat, merupakan tempat Wisuda Gabungan para Santri TPQ yang berada sekitar Ciputat.

Aku Sedang Megang Sertifikat Wisuda

Aku Sedang Megang Sertifikat Wisuda


Aku seneng banget deh. Habis, di samping telah secara resmi dianggap bisa baca Al Qur’an dan selesai TPQ, juga bisa kumpul dengan santriwan-santriwati dari berbagai TPQ lainnya. Wisudanya sangat khidmat, meriah dan mengesankan.

JADI SANTRI DI TPQ AISYIYAH BAMBUAPUS.

Setiap sore hari, Senin sampai Kamis, aku belajar di TPQ AISYIYAH BAMBUAPUS. Seneng banget deh. Tempatnya di Masjid Raya Bambuapus yang masih berada di komplek Departemen Agama. Jadi, dari rumahku dekat sekali. Jalan kaki hanya 2-3 menit.

Aku jadi santri selama 2 tahun, tahun ajaran 2007/2008 dan 2008/2009. Kepala sekolahnya adalah Ibu Hj. Siti Suwarsih, wali kelasku pernah Ibu. Mayah D, Ibu Khodijah Hasan dan Ibu Hj Syamsiyah. Guru-guru lainnya banyak juga.

Kakakku, A Kiki, diwisuda di TK Islam Perwanida Bambuapus

Kakakku, A Kiki, diwisuda di TK Islam Perwanida Bambuapus


Aku seneng, betah dan bangga menjadi santri TPQ AISYIYAH ini, sebab Kepala sekolah, wali kelas dan guru-gurunya baik-baik, tekun, sabar dan menyenangkan. Demikian pula santri-santrinya.

Materi yang dipelajaripun sangat lengkap. Ada Bacaan Iqro, Bacaan Al-Qur’an, Ilmu Tajwid dan hafalan-hafalan surat pendek & do’a. Di samping itupun, kami diajari tentang Al Islam, Fiqih, Tarikh, Aqidah-Akhlaq, Hadits, Bahasa Arab, Seni Islam dan Tahsinul Khitabah. Bacaan dan praktik sholat menjadi salah satu pelajaran pokok.

TERIMA KASIH BU GURU…..!

Kakakku, Teh Lia, waktu di TPQ Aisyiyah Bambuapus

Kakakku, Teh Lia, waktu di TPQ Aisyiyah Bambuapus


Aku betul-betul banyak mendapat ilmu dan amal sholeh, untuk bekal dan dipraktekkan selama hidup. Kami betul-betul dibimbing dan diarahkan agar menjadi anak sholeh yang berbakti pada orang tua, nusa dan bangsa.

Aku selalu ingat IKRAR SANTRI yang selalu dibacakan sebelum belajar, yang berbunyi:

BISMILAHIRRAHMANIRRAHIM. ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH. WAASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH. Kami Santri TPQ Aisyiyah Berjanji:

Kakakku yang Kedua, A Dede, waktu wisuda di TK Islam Perwanida

Kakakku yang Kedua, A Dede, waktu wisuda di TK Islam Perwanida

1. Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya,
2. Cinta Al Qur’an dan Rajin Membacanya,
3. Mengerjakan Sholat Setiap Waktu,
4. Berbakti Kepada Orang Tua dan Guru,
5. Menuntut Ilmu Tiada Jemu,
6. Hormat dan Sayang Kepada Sesama

Waah, beruntung sekali kalau aku bisa memenuhi IKRAR SANTRI tersebut.

Terima kasih Ibu-Ibu guru…..! Jasamu sangat tak terhingga. Akan selalu kukenang dan berusaha kuamalkan. Terima kasih pula untuk Mama, Papa dan kakak2-ku yang selalu mendorong aku belajar. Maafkan segala kekhilafanku. Aku sering malas dan sering melakukan kesalahan. Aku senantiasa memohon do’a dari semuanya.

Terima kasih juga kepada kawan-kawanku yang selalu setia dan ceria dalam bergaul denganku. Semoga persaudaraan kita tetap abadi.

CERITA MAMA & PAPAKU.

A Zenith, 16 Juni1996, diwisuda TPQ Aisyiyah di Ciputat

A Zenith, 16 Juni1996, diwisuda TPQ Aisyiyah di Ciputat

“Walaupun Ade sudah diwisuda, tetap harus terus rajin belajar dan mengamalkan apa yang diperoleh selama di TPQ”, kata Mamaku padaku selesai diwisuda.

Mama juga bercerita bahwa semua kakak-kakakku selalu ikut pendidikan Alqu’an dan Agama Islam sejak kecil. Ada yang di TPA, TKA, TPQ, Madrasah Diniyah dan lain-lainnya. Bahkan, hampir semua kakak-kakakku pernah mondok di pesantren Tasikmalaya.

Yang tidak pernah mondok di Pesantren cuma A Ziqo saja. “Tapi, kan sering mengikuti pesantren kilat. Apalagi SD-SMPnya, A Ziqo itu, di Madrasah Pembangunan IAIN Ciputat”, kata Papaku kepadaku.

A Ziqo sedang mengaji pada acara khatam Al Qur'an, di Mushola Al Furqon Bambuapus, menjelang walimatul khitanku, 12 Januari 2003, dihadiri oleh Almh Ibu Tasik dan family lainnya.

A Ziqo sedang mengaji pada acara khatam Al Qur'an, di Mushola Al Furqon Bambuapus, menjelang walimatul khitanku, 12 Januari 2003, dihadiri oleh Almh Ibu Tasik dan family lainnya.

Yah, terima kasih deh Ma. Mudah-mudahan aku dan kakak-kakakku menjadi anak yang sholeh dan membahagiakan Mama-Papa kelak. Kami mohon do’a selalu ya Ma, Pa…! (Adli Minfadli Robby)

Juli 3, 2009

SILATURAHMI DI BANDUNG

Filed under: Arsip Berita Bani Chaeruman — Adli Minfadli Robby @ 4:16 am

SILATURAHMI DI BANDUNG, SEKALIGUS BEREKREASI

Dalam suatu acara silaturahmi di Antabaru Endah Bandung. Dari kiri: Bi Eulis, Mama, Wa Neneng Ciamis, Enek Dora, Teh Wita, De Aura, Wa Dedeh Parakan, De Ziqna, Bi Elin dan Mang Asep.

Dalam suatu acara silaturahmi di Antabaru Endah Bandung. Dari kiri: Bi Eulis, Mama, Wa Neneng Ciamis, Enek Dora, Teh Wita, De Aura, Wa Dedeh Parakan, De Ziqna, Bi Elin dan Mang Asep.

Bandung, 2 Juli 2009.
Aku paling senang jika diajak Mama dan Papaku pergi ke Bandung. Bener deh. Habis, aku sering diajak silaturahmi, sekaligus rekreasi. Bandung yang dikenal sebagai “Parisj van Java” (kata Papaku), memang menyenangkan.

Udara yang sejuk, orang-orangnya yang ramah, makanan yang macam-macam, outlet pakaian yang banyak dengan harga murah, ditambah lagi dengan banyak tempat-tempat wisata terkenal, semuanya menjadikan Bandung banyak dikunjungi wisata.

Apalagi kalau Sabtu dan Ahad, kota Bandung selalu dipenuhi oleh mobil-mobil pribadi atau bis-bis wisata berplat “B”. Mereka kebanyakan datang dari Jakarta yang jarak-tempuhnya hanya sekitar 1,5 jam, melalui Cipularang. “Mereka banyak yang datang ke Bandung, hanya untuk makan dan belanja”, kata Papaku.

“Orang-orang Jakarta itu, banyak yang nggak ‘jaim’”, kata Mamaku, sambil menunjuk deretan mobil berplat “B” yang berdesakan di tempat parkir toko “BABE”. Toko itu menjual BArang-barang BEkas, alias BABE. Enggak gengsian. Toko BABE ini banyak diserbu, sebab barangnya bagus2 dan harganya murah.

02072009149
A Ziqo sedang melatihku main billyard di Hotel Permata Garden Bandung, 2 Juli 2009

SILATURAHMI DAN REKREASI

Biasanya Papaku ngajak Mama dan aku serta kakak2ku, sambil beliau bertugas, rapat atau seminar. Setelah tugas, lalu bersilaturahmi mengunjungi famili dan temen-temen. Seneng deh.

Seperti nengok keluarga yang ada di daerah Soreang Ciwidey, sambil menikmati alamnya yang indah. Nengok Mang Apep di Anta Baru, bisa ketemu Fatan. Arisan di Villanya Wa Hj Dedeh di Lembang, sambil menikmati colenak dan alam segar pegunungan. Segaar banget.

Jadinya, silaturahmi itu sekaligus rekreasi. Menyenangkan.
Kalau sedang di penginepan, sambil menunggu Papa bertugas, aku dan Mama, atau A Ziqo, bisa renang, main billyard atau main Pe Es kesukaanku di kamar, ikut acara anak seperti naik kuda dan beca mini keliling hotel, nonton ronggeng monyet atau acara lucu lainnya yang disajikan hotel. Atau jalan-jalan ke mall dan outlet-outlet. Siip deh, walaupun tidak selalu belanja pakaian.

Aku, A Ziqo, Ziqna, Nevi, Teh Silmi, Teh Dede dan Qia, di daerah Banjar, dalam perjalanan menuju Pangandaran, 4 Juli 2009

Aku, A Ziqo, Ziqna, Nevi, Teh Silmi, Teh Dede dan Qia, di daerah Banjar, dalam perjalanan menuju Pangandaran, 4 Juli 2009

Pokoknya Aku senang. Makanya kawan-kawan, nikmatilah silaturahmi yang dianjurkan agama kita itu, sebagai rekreasi yang menyenangkan. Okey….?, Sekian dulu ya…! Salam dari aku, dan sampai jumpa….; (Adli Minfadli Robby)

Juni 22, 2009

KANG FITRA, CUCU WA OKOY CIAWI, NIKAH

Filed under: SILSILAH BANI IDRIS — Adli Minfadli Robby @ 6:24 am
Kang FITRA VATRIA NUGRAHA nikah ka Teh ARINI OCTAVIANI, di Masjid Agung Sukabumi, Ahad, 3 Mei 2009.

Kang FITRA VATRIA NUGRAHA nikah ka Teh ARINI OCTAVIANI, di Masjid Agung Sukabumi, Ahad, 3 Mei 2009.

KANG FITRA, YANG PERNAH JADI ARTIS ITU, KINI TELAH NIKAH

Sebetulnya Kang FITRA itu adalah keponakanku. Kang FITRA kan cucunya Wa Okoy Ciawi. Sedangkan Wa Okoy adalah kakak Papaku. Berarti, Kang FITRA itu juga adalah cucu Papaku, alias keponakannku. Tapi aku selalu menyebutnya Kak FITRA, habis dia kan jauh lebih tua dari aku.

Kang FITRA, sebelum kerja di Mahkamah Agung, pernah tinggal beberapa lama di rumahku. Ia aktif di musholaku –Mushola Al Furqon-, ngajarin ngaji anak-anak atau ngurusin kegiatan RIAF (Remaja Islam Al Furqon).

Malah Kang FITRA pernah jadi artis, ketika membintangi sinetron “JAYALAH INDONESIAKU”, garapan A Kiki, kakakku, sutradara khusus 17 Agustusan. Sinetron atau kabaret ini ditayangkan di panggung hiburan 17 Agustus 2007, di komplek kami di Bambuapus, Ciputat. Hebat juga Kang FITRA itu.

Setelah kerja, Kang FITRA pindah ke rumah kontrakan dekat kantor di Pegangsaan Barat, Menteng Jakarta, sekaligus kuliyah di Fakultas Hukum Aththohiriyah. Sekarang Kang FITRA sudah tamat kuliyahnya, sudah jadi SARJANA HUKUM.

Almh WA OKOY (tengah), ketika pesta khitananku, 12 Jan 2003, di Bambuapus Jkt, didampingi oleh, dari kiri: Teh Nia & Teh Aci putri2 Mang Otong, Teh Eti, putri Wa Okoy, dan Wa Mamah Balananjeur, isteri Wa H Maman Abd Rahman.

Almh WA OKOY (tengah), ketika pesta khitananku, 12 Jan 2003, di Bambuapus Jkt, didampingi oleh, dari kiri: Teh Nia & Teh Aci putri2 Mang Otong, Teh Eti, putri Wa Okoy, dan Wa Mamah Balananjeur, isteri Wa H Maman Abd Rahman.

KETURUNAN WA OKOY CIAWI.

Wa Okoy adalah kakak Papaku. Beliau sudah wafat sekitar 2 tahun lalu di Balananjeur Ciawi Tasikmalaya. Beliau punya 5 anak, yaitu (1) Teh Ety Suriaty, (2) Kang Endang Ridwan, (3) Teh Ida Farida, (4) Kang Aben Bunyamin, dan (5) Kang Ris Mudorisman.

Wa Okoy yang nikah dengan Wa Oi Abdul Rosyid (Almarhum) sekarang sudah mempunyai 10 cucu dan 1 buyut. Ke sepuluh cucu itu: 1 dari anak pertama, 4 dari anak kedua, 1 dari anak ketiga, 2 dari anak keempat dan 2 dari anak ke lima. Sedangkan seorang buyut Wa Okoy adalah cucu dari Teh Eti (anak pertama). Untuk jelasnya silahkan lihat SILSILAH BANI IDRIS pada blog ini.

Kang FITRA yang kelahiran Sukabumi 16 Desember 1983 adalah anak pertama dari Kang Endang Ridwan (anak kedua Wa Okoy) yang nikah dengan Teh Ismayati Sukabumi. Adik Kang FITRA ada 3, yaitu Frizald Allaevi, Indri Restu Gustini dan Ratu Monica Elfadillah.

MEMPELAI WANITA.

Isteri Kang FITRA, katanya adik kelas waktu di SMP Sukabumi dulu, adalah Teh ARINI OCTAVIANI, kelahiran Bandung, 2 Oktober 1987, dari pasangan Bapak Yuyus dan Ibu Yati Herawati.

Teh ARINI, yang sudah lama kerja di perusahaan swasta di Bogor ini, merupakan anak bungsu dan mempunyai satu-satunya kakak, yaitu Teh Yunita.

Selama ini Teh ARINI tinggal di Bogor, mendekati tempat kerjanya. Sendirian. Naaah, sekarang setelah menikah jadi berduaan, dengan Kang FITRA. Tinggalnya tetap di Bogor.

Aku ucapkan SELAMAT deh buat Kang FITRA dan Teh ARINI. Semoga bahagia sampai kakek-nenek. Kata Mama mah, …SAMPAI PAKOTREK ITEUK…. Ingat ya Kang Fitra dan Teh ARINI, tidak ada yang memisahkan kalian berdua, kecuali kematian. Mudah-mudahan ya!!!! (Adli Minfadli Robby)

Juni 8, 2009

PERNIKAHAN Mas YUDI & Teh NURUL

Filed under: Arsip Berita Ma Ijoh (HIKMAH) — Adli Minfadli Robby @ 2:20 am

Salah Satu Cicit MA IJOH Menikah di Surabaya

[/caption]

Mas Yudi Satria Purnama & Teh Nurul Hikmah Sari , didampingi  orang tua kedua belah pihak, saat resepsi pernikahan, 8 Maret 2009 di Surabaya. (Foto lainnya dapat dilihat pada  GALERI HIKMAH-MA IJOH- blog ini)

Mas Yudi Satria Purnama & Teh Nurul Hikmah Sari , didampingi orang tua kedua belah pihak, saat resepsi pernikahan, 8 Maret 2009 di Surabaya. (Foto lainnya dapat dilihat pada GALERI HIKMAH-MA IJOH- blog ini)

Satu lagi, keturunan MA IJOH melakukan pernikahan. Ini artinya, keluarga besar MA IJOH akan bertambah besar lagi. Kali ini yang mendapatkan giliran untuk melaksanakan sunnah Nabi SAW adalah Mas YUDI SATRIA PURNAMA, menikah dengan gadis pilihannya yang cantik asal Palembang, Teh NURUL HIKMAH SARI.

Akad nikah dilakukan pagi hari, Ahad, 8 Maret 2009, bertepatan dengan tanggal 11 Rabi’ul Awal 1430 H, di MASJID AKBAR Surabaya, yang terletak di pinggir jalan tol Surabaya-Malang.

Sedangkan walimatul ‘arusy alias pesta pernikahannya diselenggarakan malam harinya, di area taman yang sangat asri, di komplek sebuah restoran, di samping MASJID AKBAR yang megah itu.

Mas YUDI SATRIA PURNAMA adalah keturunan keempat alias cicit dari MA IJOH. Ayah Mas YUDI adalah Wa Sukirjanto (Alm) sudah wafat tahun 1999. Sedang Ibu Mas YUDI adalah Wa DEDEH SUMARNI binti R. MUHARAM SUGARA (Alm) bin R.WIJAYA (Alm) bin MA IJOH.

Mas YUDI adalah anak ketiga dari 4 bersaudara. Kakaknya adalah Teh SUSILOWATI dan Teh SRI GANTINI. Sedangkan adik satu-satunya adalah Teh DEWI SUGIHARTI. (Untuk mengetahui data keluarga secara detail, silahkan Klik… menu SILSILAH MA IJOH (HIKMAH) pada Blog ini juga).

Waktu pernikahan di Surabaya itu, aku juga ALHAMDULILLAH dapat hadir dibawa Mama & Papapku. Pokoknya, acaranya hebat deh, rame dan…heboh banget. Apalagi teman2 Wa DEDEH juga hadir, satu BIS besar dari Bandung, bersama Enek dan Kakek Tamangdora dan keluarga lainnya. Aku seneng banget.

SELAMAT deh ya Mas ..! Mudah-mudahan Mas Yudi & Teh NURUL betul-betul menjadi keluarga yang sakinah diliputi mawaddah dan rahmah. Baarokallohu lakuma, wabaaroka ‘alaikuma. Amin Allohumma Amin. (Adli).

April 20, 2009

BERITA DUKA

Filed under: ARSIP BERITA BANI MUCHTAR — Adli Minfadli Robby @ 6:23 am

INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI’UN

Assalaamu’alaikum

Parantos mulih ka rahmatullah Bapak DADANG FUDOLI bin K.H. ABBAS NAWAWI dina dinten Senen, kaping 20 April 2009, tabuh 8:15 di Batujajar Bandung.

(Almarhum teh putra bungsu Ma JUE/JUERIAH binti KH MUHTAR Padakarya)

Insya Allah dina dinten ieu oge dimakamkeun di pamakaman umum Kp. Cicalengka RT 06/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, CILILIN, Kabupaten Bandung Barat.

Sim kuring sakulawargi, atas nami keluarga Almarhum, neda piduana, mugi2 Almarhum ditampi iman Islamna, dihapunten dosa perdosana oge dicaang-padangkeun di pakuburanana. Amiin.

Oge bilih aya kalepatan ti Almarhum dihaja atanapi henteuna, mugia wargi2 sadaya tiasa ngahapuntena.

Sakitu wae
wassalam

Pipih binti Dadang Fudoli (putra)
Hirfan (Mantu)

Older Posts »

Blog di WordPress.com.