PERNIKAHAN DE AAM, PUTRA KETIGA BI APON: UNIK & MENARIK
Jakarta, 28 Februari 2009.
Banyak hal yang menarik dan unik dari pernikahan De Aam, putra Bi Apon, yang dilangsungkan di Indihiang, Tasikmalaya, tanggal 8 Februari 2009. De Aam yang nama lengkapnya AAM SLAMET RUSYDIANA, SEI, bin Alm. H. Aos Sofyan Mansyuri, telah mempersunting HASNA MALIHA binti Nasihin Ahmad, gadis kelahiran Indihiang yang dibesarkan di Bogor.
Menarik dan unik , karena banyak hal yang berbeda dengan pernikahan pasangan pada umumnya. Di antara hal yang menarik itu adalah, pertama, De Aam usianya masih sangat relatif muda, bagi calon mempelai pria pada saat ini. Dia baru berusia 23 tahun, walaupun isterinya sudah relatif dewasa, 22 tahun. Kedua, pernikahan ini, acaranya disatukan dengan peluncuran buku yang ditulis oleh De Aam sendiri bersama dengan kawan-kawannya. Buku itu sekaligus sebagai “souvenir” bagi para tamunya.

Dari kiri: A Dede, Mang Asep, A Kiki, Teh Ait, Teh Lia, Aku, Nevi, Mamaku, Bi Tatah, Bi Apon, A Zenith dan Wa Didin, pada acara resepsi pernikahan AAM SLAMET & HASNA
Buku yang berjudul EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF itu mengupas secara mendalam tentang perkembangan Ekonomi Islam di Indonesia. Buku dengan ketebalan 110 halaman itu sudah di”bedah” dalam rangkaian acara FESTIFAL EKONOMI SYARI’AH yang diselenggarakan Bank Indonesia pada tanggal 4 Februari 2009 –hanya 4 hari sebelum acara pernikahan De Aam- di Jakarta Convention Center, Senayan. De Aam sebagai salah satu pembicara dalam Festifal yang dibuka oleh Presiden SBY itu. Waaw, bukan main…..!
Hebatnya lagi, peluncuran buku itu dilakukan oleh icon Ekonomi Syari’ah Indonesia, DR. MUHAMMAD SYAFI’I ANTONIO, MEc, yang khusus datang ke Tasikmalaya untuk menghadiri pernikahan De Aam, sekaligus meluncurkan bukunya itu. Guru sekaligus “orang tua” De Aam selama kuliyah di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor dari tahun 2004-2008 itu, dalam acara pernikahan De Aam bertindak juga sebagai Saksi dan menyampaikan nasihat pernikahan.

Saat Acara Bedah Buku Ekonomi Islam Substantif di JCC, 4 Februari 2009.Nampak yang lagi bicara adalah Mahbubi Ali, salah satu penulis, MC dan De Aam.
SYAFI’I ANTONIO menyatakan kebahagiaannya. Dalam sambutan buku itu, ia menyatakan bahwa pengkaderan ekonomi Islam yang ia lakukan sedikit demi sedikit mulai menunjukkan hasilnya. “Meskipun para penulis masih belia dan sebagian masih menyandang status mahasiswa, namun saya melihat pola fikir mereka yang komprehensif dan tulus, serta idealisme yang kuat untuk meneruskan cita-cita para pejuang ekonomi Islam terdahulu”, demikian dikatakan ANTONIO mengomentari De Aam dan kawan-kawan.
Dalam acara peluncuran itu, De Aam menyerahkan buku secara resmi kepada BI APON, sebagai tanda terima kasih kepada ibundanya. Bi Apon nampak sangat terkesan dan haru, sehingga tidak kuat menahan derasnya cucuran air mata. Penyerahan buku lainnya secara resmi dilakukan oleh De Aam kepada Mamaku (NY.HJ.NINA NURFARAH), sebagai wakil keluarga dan kepada DR. SYAFI’I ANTONIO.

Dari kiri: Dr. Muhammad Syafi’i Antonio, MEc, Muhammad Abdul Latief (MC), De Aam, Bi Apon dan Mamaku, saat peluncuran buku “Ekonomi Islam Substantif” dalam rangkaian acara resepsi pernikahan De Aam & De Hasna.
Pokoknya, ruaaarr biasa..! De Aam yang diwisuda dari STEI Tazkia Bogor tanggal 27 Desember 2008, sejak itupun langsung dapat pekerjaan di Bank Indonesia sebagai Visitor Researcher dan juga di STEI Tazkia sebagai Staf Peneliti LPPM (Lembaga Penelitian & Pemberdayaan Mayarakat).
Okey De Am, SELAMAT DEH, SEMOGA MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADDAH DAN PENUH RAHMAH. Do’akanlah, aku nanti menyusul di bidang lain. Insya Allah. (Adli Minfadli Robby).







